"Mungkin Sudah Saatnya Pusat Liturgi Gereja di Indonesia Mulai Menciptakan Lagu-Lagu Baru yang Lebih Merona dan Menggemaskan Seperti Frau Ini"


words by Wok The Rock
Tepat pada hari raya Natal 2008 lalu, saya secara terbuka membagikan luapan kecintaan saya terhadap Frau kepada khalayak luas melalui blog saya di dailywhatnot.com. Beberapa rangkaian kata dalam blog tersebut saya kutip dalam tulisan ini. Saat itu, lagu Mesin Penenun Hujan yang hanya direkam Lani dengan menggunakan laptopnya telah menggeser singgasana lagu Malam Kudus dalam hati saya meskipun Frau tidak menciptakannya menjadi sebuah lagu rohani. Namun alunan nadanya serasa mampu memercikkan api pada lilin-lilin yang tersebar di segala penjuru gereja di dunia. Mungkin sudah saatnya Pusat Liturgi Gereja di Indonesia mulai menciptakan lagu-lagu baru yang lebih merona dan menggemaskan seperti Frau ini.

Frau adalah Leilani Hermiasih. Anaknya biasa saja. Lani berusia 21 tahun. Lulusan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta yang saat ini duduk di bangku Jurusan Antropologi UGM. Setelah sempat mengenyam karir di Anggisluka, mencabik bass di Essen Und Blood dan menjadi kibordis ‘tambahan’ di Southern Beach Terror, mahasiswi ini diam-diam merangkai beberapa komposisi lagu yang dimainkan dan dinyanyikan sendirian. Beberapa lagunya mengadopsi jurus maut Regina Spektor dan sisanya punya rasa lebih manis dikecap di segala cuaca dan suasana layaknya musik pop ampuh pada umumnya.


Frau muncul ditengah maraknya solois-solois perempuan muda yang leluasa memainkan alat musik sambil bersenandung menjeritkan imajinasi, perasaan atau lika-liku hidupnya didepan mikrofon dan kamera mungil yang tertanam di laptopnya. Sebuah aktivitas privat diluar rutinitas yang tak jarang tersiar di situs-situs dunia maya hingga ajakan ajaib untuk unjuk gigi diatas panggung. Sebagian lagu dalam album ini sebelumnya pernah direkam seadanya dan beredar luas di kalangan muda-mudi di Yogyakarta. Namun, tidak semua orang memiliki pendengaran yang ramah menerima rekaman ’seadanya’. Untuk itulah album ini dirilis dan disebarkan untuk dinikmati oleh khalayak yang lebih luas.

‘Starlit Carousel’ juga akan dirilis dalam keping CD oleh Cakrawala Records yang didistribusikan oleh Demajors. Versi fisik ini tentu saja dikemas eksklusif dengan kejutan yang berbeda dengan versi digital. Meskipun sosoknya lugu dan biasa saja, Frau telah siap melancarkan sebuah serangan umum 11 Maret yang kedua dengan anggun dan bersahaja. (Wok The Rock)



Track List:
01. I’m a Sir
02. Mesin Penenun Hujan
03. Salahku, Sahabatku
04. Rat and Cat
05. Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa
06. Glow

"Membuat Sebuah Strawberry Cake yang Diblender Dengan Miras Disini"


words by Oyi
Dalam rangka memperingati empat tahun pertama terbentuknya Nervous Breakdown (NB), band asal timur kota Jakarta ini merilis mini album yg bertajuk "God Save The Freak", mini album ini sendiri merupakan rilisan kedua yg di rilis di Yes No Wave Music. Menyusul dari mini album Never Green yg dirilis pada 4 juni 2008. God Save The Freak juga merupakan rilisan pemanasan dari NB sebelum merilis debut album, disebut sebagai pemanasan karena semua materi yg ada di EP terbaru ini berasal dari sesi demo rekaman pertama NB yg berjudul New Dogs On The Block, yg di rekam dalam format Live recording di K - Studio (Jatiwaringin/Jakarta ).

Dibandingkan dengan Never Green EP yg bernuansa progresif dengan segala macam experimen - experimen non - hardcore punk yg kental, maka di EP terbaru ini penyajian tracklist-nya lebih ke arah jenis yg ber-cita rasa konservatif, yg artinya semua lagu di album ini menyuguhkan intensitas musik hardcore punk murni yg sarat dengan agresifitas khas singkat padat dan brutal, New Dogs On The Block sendiri hanya disebar begitu terbatas saat di publikasi pertama kali di tanggal 4 november 2007, dari tangan ke tangan dalam bentuk CD-R dengan print sampul berwarna dan di jual hanya dengan seharga 5 ribu rupiah pada segelintir orang tertentu, God Save The Freak sendiri merupakan bentuk dukungan untuk siapapun yg gigih memperjuangkan apa yg benar-benar diinginkan dalam hidup. (Oyi)


words by Bagus Jalang
Masih saja ngebut dengan lebih banyak sampling dari beberapa potongan lagu band-band favorit mereka, seperti usaha meleburkan 2 suasana yang berbeda, cukup secara kontras. Walau sebenarnya bukanlah hal baru sebuah band fast thrash hardcore punk bermain-main dengan sampling, mungkin dari potongan pembicaraan di sebuah film, atau potongan rekaman yang cukup sinkron dengan tema lagu, yang kebanyakan bermuatan sarkastis ataupun humor. Nervous Breakdown mencoba membuat sebuah Strawberry Cake yang diblender dengan miras disini, bisa saja. Eksekusi musik hardcore punk bersemangatkan youth crew bermental indie pop cukup menarik, rekaman ini bisa memberikan ide cukup segar kepada scene hardcore punk untuk lebih bebas mendandani rancangan audio mereka dalam satu album.

Namun vitalnya, bisa jadi rekaman di album akan lebih menarik didengar daripada penampilan panggung band itu sendiri, kecuali jika si band tidak berkeberatan membawa racikan sampling mereka keatas panggung. 6 lagu disini berjalan cepat, dengan aransemen campuran Youth Of Today dan Larm, thrash! Tapi ada baiknya ketika aransemen sedikit lebih diramu dengan pergantian part yang tidak terulang atau kekacauan kord disana-sini. Kembali lagi ke band, aransemen adalah sebuah kebutuhan akan ide dan nafsu yang bisa dibuat sedikit rumit, rumit, atau berantakan.

Tampaknya Nervous Breakdown cukup puas akan nafsu hasrat mereka di sini. Dan kurang lebih mengatakan lalu berteriak “Tidaklah harus berbaju hitam untuk datang di sebuah acara hardcore punk!” Kurang lebih itu yang mereka akan sampaikan dari sekian set materi mereka ini.

Tata poni, licinkan pompadour kalian dan mosh! (Bagus Jalang)


Tracklist:
01. Introcity / Girl From Planet Nine
02. Tonight We Dine In Hell
03. Judge Me!
04. Punk Song
05. Proud To Be DFL (Feat. Luckey McKey)
06. Refused & Resist

Mengedepankan Harmonisasi Vokal Ala Beach Boys Era “Surf’s Up”



Setelah 5 tahun lalu merilis album The Osaka Journals (“1 dari 5 album terbaik dekade 2000” menurut The Jakarta Post), Sajama Cut kembali dengan single terbaru mereka yang berjudul PAINTINGS/PANTINGS pada Maret 2010 ini.

Lagu berkarakter Baroque Pop ini mengedepankan harmonisasi vokal ala Beach Boys era “Surf’s Up” serta aransemen ala Van Dyke Parks di album “Song Cycle” dan Lee Hazlewood di album “Requiem For An Almost Lady” yang banyak menggunakan seksi brass seperti Terompet Perancis, String quartet, perkusi-perkusi unik, dan instrument-instrumen lain yang masih jarang digunakan oleh musisi-musisi lokal kita.

Lirik non-konvensional dan bernuansa abstrak dalam bahasa inggris yang sempurna masih menjadi ciri dari band yang beranggotakan Marcel Thee, Dion Panlima Reza, Randy Apriza Akbar, Hans Citra, Andreas Humala, dan Banu Satrio ini.

Seperti selalu, band yang memainkan jenis musik mulai dari indie rock, folk pop, elektronika, ambient, sunshine pop, dan chamber pop ini mengedepankan kedinamisan musikal mereka yang tanpa limitasi - Sekali lagi Sajama Cut bereksperimen dengan pengaruh-pengaruh musik dan seni yang baru.

PAINTINGS/PANTINGS adalah single pertama dari album ketiga Sajama Cut, MANIMAL yang akan dirilis pada akhir April 2010 melalui The Bronze Medal Records dengan distribusi dari DeMajors.

PAINTINGS/PANTINGS is a free download for everybody who wants to listen.

MTDS #2: SLICER! is near to finish!



somehow you can listen the digital compilation in below playlist!




Good day fellas.

It's been interesting weeks since i'm on my way to work again in MTDS project. Please refer to MTDS pages here to know more about MTDS. This is the second MTDS to finish, after its first showing 6 great bands including Hi Mom!, The Morning After, Vox, Hairdresser On Fire, Friday and Shorthand Phonetics. The second one, (unofficial title is: "SLICER!") will consist of 7 bands coming from Indonesia, Switzerland and France!

The collecting, documenting and sharing effort are getting more exciting as there are bands from different side of the globe. There will be Lost Pilots (Switzerland) and We Only Said (France). Those two bands i found differently unique and producing great sounds. While the Indonesian band also a really really great band, i personally appreciate they work so much. African Air Conditioner, Lull, Sajama Cut, Angsa & Serigala and Museum of Modern Art are lining up as Indonesian bands.

Now i am getting to finish the uploading process while also working on the MTDS's release sheets. There will be like the #1: SEQUEL! I will publish the compilation digitally using the Internet Archive, so you can download it as one single archive file (.RAR) and i will provide the audio streaming using my Fairtilizer account, so there will be embeded playlist on the web. So i guess, thanks to Internet Archive and Fairtilizer :)

Well, the MTDS project will not stop here. I will still collecting songs or any art-related work that could be shared digitally. So, if you think you could provide art-related work of yours, contact me on my mail at jay@mellonzine.com maybe i could line you up on MTDS #3 or #4 or #5 etc. Let's work on what we can do together. Hey bands out there, got any records? I'll document your songs in MTDS if you allowed me to do so. Let's get in touch :)

Have greeaaattt days fellas.

Regards,
Jay

"That is Created in Our Lost Souls and Burning Hearts and Hands"



Been a long time since my last interview with bands/musicians. Herewith i had my chance to do an interview with Pandora. A punk rock/trash core/grunge trio came from Belgium/Germany with ladies up front the band formation. Meet Annie (Guitar/vocals), Michele (Bass/vocals) and Roman (drums), a classic trio formation playing a raw, wild and rebellious sound with rich distortion and feedback leak everywhere. They're aggressive, frontal, energetic, and fearless. Many points by Pandora remind me a lot of Nirvana, even they claimed that they do not know what grunge it is. Somehow, it's Wolfgang Amadeus Mozart they want deadly to share stage with. Find out more about this rare female band nowadays, hey boy, you might got kicked out. Watch out!

Hi Pandora, can you introduce me, who are Pandora? And how it's formed?
Pandora is a trash-core-punk-trio from belgium/germany. We formed in 2006, when Mia (my sister) and I decided to form a band. We once changed the line-up (drummer), when Roman joined us one year ago and since then it's actually the real hour of birth of Pandora. We turned into a real killing-machine since then.

As far as i listen to your songs from MySpace, i thought your music is really not so "trendy" in this 2010. Are you guys want to bring back 90's sound?
Well we never wanted to be trendy. We are not trendy people so why should our music be. We play this kind of music that is created in our lost souls and burning hearts and hands. We don't have the vision to bring back something but to create something that has never existed before. We offer to people our emotions, expressions and sounds. Surely we're influenced also by the 90's.

Any story behind Pandora's name?
In greek mythology pandora was the first woman on earth, she was given a box by zeus that she shouldn't open. But for curiosity she did it. and all the evil and unluck came over the world. There remained only hope inside of that box. We can identify our spirit about punk rock and music in general pretty much by this thought. It's about daring something, risking something, fearless, going beyond borders and limits, scream it all out, without pity, without respecting any given rules, just being free. And of course being free and fighting for our inner freedom and freedom in general, just like doing controversial things, might surely create risks and also pain and obstacles. This is the danger we have to take, but what there is left is always some hope. Of future, new perspectives, and better times. and so we can learn to stand it.

Bands with girls majority in its member and sounds like Hole, Kittie it's so rare now. Are you guys influenced by those bands and the 90's grunge/alternative sounds?
Of course we are, we love the 90's foxcore scene. But we're also respecting a lot contemporal female fronted bands, like Betty Poison, May Be May, Luminal, Madkin. They leave you breathless.

I noticed that Pandora just released a new album and going on Europe tour. So far, how are the audiences react to your music and style?
AMAZING! Our shows have never been as powerful and energetic and also respected by the public s right now. People go crazy every time. There must be something happening...

What words would best describe Pandora's music?
explosive, fearlessness, deep, impertinent, different.

Your music sounds so raw, wild, distortive feedback everywhere, sounds very bold for the two ladies in there. Remind me of Nirvana on Bleach. What do you guys thought about Nirvana, Kurt Cobain and Courtney Love? Or any other bands you would mention as credit of Pandora's musical form now?
Kurt Cobain and Courtney Love are both artists that inspired me a lot personally. In a (rock n roll)-world with so many untrue people and posers around, they have especially importance for me as being real and authentic musicians. I guess we pretty much handle similar emotions in our music. Maybe this is also a reason why the sound may remind on that period. Currently i' listening a lot to Oasis, Lou Reed and Siouxsie and the Banshees. I adore them. They inspired me very much. Showed me new horizons. I always look for new horizons. This is essential for an artist i think.

Grunge is dead, isn't it? Or you came to bring it back?
We don't really know what grunge is. But maybe you're rightt, yeah ;-)

Mostly, Pandora's song lyric is about what?
The destiny of human life, Inner delusions, paranoia, fear, anger with the world and the society, love, sex, the pressure the modern youth must stand, the industrial and social atrophy, colours. Our music is a mirrow of what we see. So you can choose. Cause I never sleep.

So far, what is your favorite stage performance act? What the wildest and most crazy thing you ever did on your show?
Must have been our release show. They were doing stage diving all the time and mia jumped into the crowd at some point. Really insane!!! but we give 100% every show. The feeling and the spirit is similar every time

Which one do you enjoy the most: sing-a-long crowd or stage diving crowd?
Mostly it is both, isn't it? :-)

Which artist/band that Pandora deadly want to share stage performance with?
Wolfgang Amadeus Mozart.

If Pandora face an unavoidable option that should share stage performance with Lady Gaga or Spice Girls, who would you choose? Why?
You could also ask me what i like eating more: a baked pice of wood or roasted aluminum spits.

Where should we get Pandora's album from? As living in the 3rd world country is not easy to get the album.
We're still trying to make out a good deal with our distributor. We succeeded in releaseing it in the united states, so hopefully soon we can ship to asia as well. But anyway, you can always order it on our homepage too. For you it will be the cheapest way to buy it, at least for the moment...

What do you think about internet on music industry? Is it helping or vanishing?
It's got two sides. But after all, i think everything stayed the same. There are artists and they wanna become famous (playing only music, going on tour, being able to live from music, so call it however you want) and there are people who wanna listen to this music. This balance has always existed. The problem is rather the changings of social structures, human existance, economic crisis and the unability and greed of the people who should manage it. So music business suffers a lot too of course.

What do you think about sharing music for free through the internet? Is it technological miracle or disaster?
well in many views i'm quite marxian but i don't believe that human are able in managing a non-capitalistic world. I like sharing, i like giving but also surviving. And an artist must survive somehow too. Just like a baker or a mechanican or a painter. Most young musicians are not rich so i think it is a disaster that music gets spread through the world for free, when meanwhile noone takes care of the social safeness of the artist.

What do you guys expect by the released of MELANCHOLIC FREEDOM?
We hope that the world and the people get shocked and reminded that not everyting is blue and fine. And we hope it will be one of the steps that allow us to come to indonesia someday!!! :-)

Thanks Pandora, have a great tour! Come to Indonesia if you going nearby :D
Thanks to you!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sudah cukup lama sejak interview terakhir yang saya lakukan. Di postingan ini saya baru saja mendapat kesempatan untuk meng-interview band bernama Pandora. Trio punk rock/trash core/grunge yang berasal dari Belgia/Jerman dengan perempuan di garda depan band ini. Mereka adalah Annie (Guitar/vocals), Michele (Bass/vocals) and Roman (drums),sebuah formasi trio klasik yang memainkan musik dengan liar, kasar dan memberontak serta dengan kaya distorsi dan kebocoran feedback dimana-mana. Mereka agresif, frontal, enerjik, dan tak ekanl takut. Banyak hal dari Pandora yang mengingatkan saya pada Nirvana, walaupun mereka mengaku tidak mengenal apa itu grunge. Malah, Wolfgang Amadeus Mozart lah yang menjadi fantasi mereka untuk sepanggung dengan musisi lain. Cari tahu lebih jauh tentang band mayoritas perempuan yang sekarang sudah jarang, hey boy, you might got kicked out. Watch out!

Hi Pandora, bisa diperkenalkan, Pandora ini siapa aja? Dan gimana cerita terbentuknya Pandora?
Pandora adalah trio trash-core-punk dari Belgia/Jerman. Kami terbentuk pada 2006, saat itu Mia dan saya memutuskan untuk membentuk sebuah band. Tidak lama kami menambah formasi ketika Roman (drummer) bergabung setahun yang lalu, sejak itulah Pandora yang sekarang ini terlahir. Kami berubah menjadi mesin-pembunuh sejak saat itu.

Sejauh yang saya dengarkan di MySpace, musik kalian sangat tidak “trendy” untuk jaman sekarang. Apakah kalian ingin membawa kembali nuansa sound 90an?
Well, kami tidak pernah ingin menjadi trendi. Kami bukanlah orang-orang yang trendi, jadi kenapa musik kami harus trendi? Kami memainkan musik seperti ini yang diciptakan melalui jiwa kami yang tersesat serta tangan dan hati yang terbakar. Kami tidak menolak pandangan bahwa kami membawa kembali sesuatu hal, namun kami lebih kepada menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada. Kami memberikan emosi, ekspresi dan suara kami kepada pendengar. Walaupun tentu saja kami memang dipengaruhi oleh dekade 90an.

Ada cerita dibalik nama Pandora?
Dalam mitologi Yunani, Pandora adalah nama perempuan pertama di bumi, dia diberi sebuah kotak oleh Zeus yang tidak boleh dia buka. Tapi karena penasaran, dia membukanya. Kemudian semua iblis dan kesialan datang ke dunia. Yang tersisa di kotak tersebut hanyalah harapan. Kami mengidentifikasikan semangat kami tentang punk rock dan musik secara umum melalui analogi di mitos tersebut. Ini adalah mengenai menyukai sesuatu, mengambil resiko, tidak kenal takut, bergerak melebihi batas, meneriakkan itu semua, tanpa rasa takut, tanpa menghormati segala aturan yang mengikat, hanya menjadi bebas. Dan tentu saja menjadi bebas dan berjuang untuk kebebasan kami secara pribadi maupun secara umum. Persis seperti melakukan sesuatu hal yang kontroversial, mungkin akan menciptakan resiko juga rasa sakit dan rintangan. Ini adalah bahaya yang memang harus kita lalui, namun yang tertinggal dibalik itu semua adalah harapan. Harapan akan masa depan, sudut pandang baru dan saat yang lebih baik. Maka kita bisa belajar untuk memperjuangkan hal tersebut.

Band dengan mayoritas perempuan didalamnya dan terdengar seperti Kittie, Hole sudah sangat jarang sekarang ini. Apakah kalian terpengaruh oleh band band tersebut dan gerakan grunge/alternatif di dekade 90an?
Tentu saja, kami sangat menyukai scene dekade 90an. Namun kami juga respek kepada banyak band lain dengan perempuan di garda depan seperti Betty Poison, May Be May, Luminal, Madkin. Mereka membuatmu kehabisan nafas.

Saya dengar Pandora baru saja merilis album dan sedang tur Eropa. Sejauh ini, bagaimana reaksi penonton terhadap musik dan gaya kalian?
MENAKJUBKAN! Pertunjukkan kami tidak pernah se-enerjik dan bertenaga seperti ini dan juga dihargai begitu dalam oleh banyak orang. Orang-orang menjadi gila sepanjang waktu. Disana pasti terjadi sesuatu yang hebat.

Kata-kata apa yang paling tepat untuk mendeskripsikan musik Pandora?
Eksplosif, tak kenal takut, dalam, impertinent, berbeda.

Musik kalian terdengar begitu kasar, liar, distortif dengan feedback dimana-mana, suara yang begitu tegas dan dalam dengan dua wanita didalamnya. Mengingatkan saya kepada Bleach-nya Nirvana. Apa pendapat kalian mengenai Nirvana, Kurt Cobain dan Courtney Love? Atau ada band lain yang menjadi kredit atas terbentuknya musik kalian yang sekarang ini?
Kurt Cobain dan Courtney Love, keduanya banyak mengisnpirasi saya secara personal. Dalam dunia rock n roll dengan begitu banyak orang yang tidak menjadi dirinya sendiri dan banyak orang yang hanya ikut-ikutan saja, mereka memberi contoh bagi saya bahwa menjadi diri sendiri dan otentik dalam musik adalah hal yang penting. Saya rasa kami memiliki emosi yang sama dalam musik kami. Mungkin ini adalah alasan mengapa musik kami mengingatkan pada musik mereka pada masa itu. Sekarang ini saya banyak juga mendengarkan Oasis, Lou Reed dan Siouxsie and the Banshees. Saya menyukai mereka. Mereka sangat menginspirasi saya. Membuka horison baru buat saya. Saya selalu mencari sudut pandang baru. Ini esensial untuk seorang pekerja seni.

Grunge sudah mati, bukan? Atau kalian datang untuk membawanya kembali?
Kami tidak benar-benar tahu grunge itu apa. Tapi mungkin kamu benar, yeahh ;-)

Kebanyakan lirik lagu Pandora tentang apa?
Takdir dari kehidupan manusia, delusi, ketakutan, kemarahan terhadap dunia dan masyarakat, cinta, seks, tekanan yang harus dihadapi pemuda modern, kesia-siaan industrial dan sosial, warna. Musik kami adalah cermin dari apa yang kami lihat. Jadi kamu tinggal memilih. Karena saya tidak pernah tidur.

Sejauh ini, apa atraksi favorit kalian di panggung? Apa hal paling gila dan liar yang pernah kalian lakukan di panggung?
Sudah pasti ketika pertunjukkan peluncuran album kami. Para penonton melakukan stage diving sepanjang waktu, dan Mia melompat juga ke arah penonton. Benar-benar gila!!! Namun kami selalu memberi 100% pada setiap pertunujukkan. Perasaan dan semangatnya selalu serupa pada setiap panggung.

Mana yang lebih kalian nikmati: penonton yang ikut bernyanyi atau penonton yang melakukan stage diving?
Kebanyakan sih keduanya, bukankah begitu? :)

Siapa musisi/band yang Pandora sangat ingin berbagi panggung dengannya?
Wolfgang Amadeus Mozart.

Jika Pandora dihadapkan pada pilihan yang tidak bisa dihindari, antara sepanggung dengan Lady Gaga atau Spice Gilrs, mana yang kalian pilih? Kenapa?
Kamu bisa bertanya apa yang lebih suka saya makan: sebuah kayu kukus atau ludahan aluminium panggang.

Dimana kami bisa mendapatkan album Pandora? Karena tinggal di negara dunia ke 3 sehingga tidak mudah mendapatkan albumnya.
Kami masih berupaya untuk membuat kesepakatan dengan distributor. Kami berhasil untuk merilis album kami di Amerika Serikat, jadi semoga saja kami juga bisa menyalurkannya ke Asia. Namun, kamu tetap bisa memesannya di hompage kami. Untuk kamu yang ada di Asia, ii adalah cara termurah untuk membelinya, paling tidak untuk saat ini.

Apa pendapatmu mengenai internet dalam industri musik? Apakah membantu atau malah merugikan?
Ada dua sisi. Namun apapun yang terjadi, saya pikir semuanya menjadi sama saja. Ada artis yang ingin menjadi terkenal (bermain musik, pergi tur, menjadi bisa hidup dari musik, semacam itu, apapun namanya) dan ada orang yang ingin mendengarkan musik tersebut. Keseimbangan ini selalu ada. Masalahnya lebih kepada perubahan struktur sosial, eksistensi manusia, krisis ekonomi dan ketidakmampuan serta keserakahan orang-orang yang seharusnya mengatur itu semua. Jadi, industri musik juga banyak menderita karenanya.

Bagaimana pendapat kalian tentang berbagi musik secara gratis melalui internet? Apakah itu keajaiban tekhnologi atau musibah?
Well, dalam berbagai sudut pandang saya cenderung marxis, namun saya tidak percaya bahwa manusia mampu mengatur dunia yang non-kapitalis. Saya suka berbagi, saya suka memberi namun juga bertahan hidup. Dan seorang artis juga harus bertahan hidup. Sama saja dengan tukang roti, montir atau pelukis. Kebanyakan musisi muda tidaklah kaya, jadi saya rasa ini adalah musibah ketika musik tersebar ke seluruh dunia secara cuma-Cuma, dan disisi lain tidak ada yang peduli akan kehidupan artisnya.

Apa yang kalian harapkan dari dirilisnya MELANCHOLIC FREEDOM?
Kami harap dunia dan masyarakatnya akan terkejut dan teringat bahwa tidak semua hal baik-baik saja. Dan kami harap ini akan menjadi satu langkah awal yang akan membawa kami ke Indonesia suatu hari nanti!!! :)

Terima kasih Pandora, selamat melanjutkan tur! Mampir ke Indonesia jika datang dekat kesini :D
Terima kasih juga!
-----------------------------------------------------------------------------------------click readmore for full story

Pandora
Member: Annie (Guitar/vocals), Michele (Bass/vocals) and Roman (drums)
Genre: Grunge, Punk Rock, Alternative
Based in: Belgium
MySpace

So Are You Going to be The New Beach House's Fans?

Beach House
Genre: Dream Pop
Based In: Maryland, US
Label: Sub Pop
Year: 2010
Rate: 8.5/10
MySpace






Duo dream pop handal dari Maryland, Amerika Serikat, kembali lagi dengan album terbarunya yang berjudul Teen Dream, setelah pada 2008 mereka merilis Devotion. Setelah menghasilkan dream pop yang berat, malas dan lamban pada Devotion, pada Teen Dream, Beach House menghasilkan karya yang sedikit lebih bersemangat. Lagu pembuka, Zebra langsung menggambarkan hal tersebut, dengan gebukan bass drum satu-duanya yang lebih bersemangat.

Teen Dream adalah album pertama Beach House dengan label Sub Pop yang termashyur itu. Tampaknya bekerja dengan Sub Pop menghasilkan sedikit perubahan (kearah yang lebih baik) pada musik Beach House. Pada Teen Dream, Beach House tampil dengan lebih berirama, terang, pop yang lebih mudah dicerna daripada sebelumnya. Namun tentu masih dengan ciri khas Beach House. Nyanyian yang lamban dan terpotong-potong, suara keyboard yang menghasilkan ambient dream pop yang diikuti suara backing vokal di beberapa lagu, diikuti petikan gitar yang menjadi progresi melodi dalam lagu. Suara drum yang kali ini sedikit lebih didepan namun tetap berat tentunya membuat Teen Dream lebih mudah diikuti iramanya ketimbang album album Beach House sebelumnya.

Satu hal yang unik dan diluar ekspektasi pada Teen Dream ini adalah, hadirnya nuansa techno pada lagu lagu Beach House! Memunculkan sedikit sensasi Bjork disana, Lover of Mine & 10 Mile Stereo adalah contohnya. Used To Be adalah satu contoh lagu yang paling light dan indie pop pada album Teen Dream. Bahkan Better Times saya rasa terasa cukup folk, dan memang diluar jalur Beach House sebagai band dream pop lamban. Kali ini nampaknya Beach Hopuse dan Sub Pop berusaha merangkul lebih banyak pendengar dengan musik yang lebih listenable daripada album album sebelumnya. Top songs of the album are: Silver Soul yang tersambung ke Norway, Walk in The Park, dan Take Care. So are you going to be the new Beach House's fans? (Jay)
-------------------------------------------------------------------------------------------click readmore for full story
Tracklist:
01. Zebra
02. Silver Soul
03. Norway
04. Walk in the Park
05. Used to Be
06. Lover of Mine
07. Better Times
08. 10 Mile Stereo
09. Real Love
10. Take Care